Batu, 18 Oktober 2025 — Dalam rangka memeriahkan peringatan Dies Natalis ke-25, Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa melalui Himpunan Alumni STAB Kertarajasa (HASTAB) menggelar Temu Kangen Alumni di Graha Kertarajasa, Sabtu (18/10). Acara ini menjadi salah satu kegiatan pendukung dalam rangkaian perayaan perak kampus Buddhis tertua di Indonesia tersebut.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-25 STAB Kertarajasa dalam laporannya menyampaikan bahwa perayaan tahun ini mengusung dua rangkaian besar, yaitu kegiatan utama dan kegiatan pendukung.
“Kegiatan utama meliputi publikasi buku Silver Jubilee, peluncuran video, talk show, dan wisuda sarjana ke-XXII yang akan digelar pada 23 Oktober 2025. Sedangkan kegiatan pendukung diisi dengan lomba menyanyi lagu Buddhis, lomba membuat poster Buddhis, jalan sehat dan bazar, lomba cerdas cermat, serta temu kangen alumni,” ujarnya.
Acara Temu Kangen Alumni dibuka secara daring oleh Ketua STAB Kertarajasa, Bhante Santacitto Sentot, Ph.D. Dalam sambutannya, Bhante menyampaikan apresiasi kepada HASTAB atas terselenggaranya kegiatan reuni tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif HASTAB yang telah menghidupkan kembali semangat kebersamaan di antara para alumni. Semoga para alumni terus berkontribusi untuk kemajuan almamater tercinta,” ujar Bhante Santacitto.

Momen reuni ini juga menjadi tonggak penting bagi keberlangsungan organisasi alumni, karena pada kesempatan yang sama dilakukan restrukturisasi kepengurusan HASTAB. Dalam proses tersebut, Lusiana Dewi, S.Ag., alumni angkatan pertama, terpilih sebagai Ketua HASTAB yang baru, menggantikan Bapak Supar, S.Ag., M.Pd., yang telah memimpin sejak 2002.
Dalam sambutannya, Supar berpesan agar alumni senantiasa mengingat asal-usul perjuangan mereka di almamater.
“Kita dapat meminum air karena ada sumbernya. Begitu pula, kita bisa menjadi seperti sekarang karena ada tempat kita belajar, yaitu STAB Kertarajasa,” ungkapnya penuh makna.

Acara semakin hangat dengan kehadiran para perintis STAB Kertarajasa, yaitu Bapak Sugianto Gunawan, Ibu Emi Megawati, dan Bhante Khantidharo Mahathera. Ketiganya merupakan tokoh yang menggagas berdirinya STAB Kertarajasa sejak awal tahun 2000-an. Dalam sesi nostalgia, mereka berbagi kisah inspiratif tentang perjalanan menuju berdirinya STAB Kertarajasa, termasuk pengalaman spiritual mereka saat berkunjung ke situs Nalanda University di India — cikal bakal semangat pendirian kampus Buddhis ini.

Tidak hanya itu, acara juga dihadiri oleh para dosen senior yang turut berperan dalam perjalanan panjang STAB Kertarajasa, di antaranya Dr. Ir. Eko Legowo, M.Sc., M.B.A., Ketua STAB periode 2000–2009, dan Bapak Wahadi, dosen senior yang mengenang masa-masa awal perekrutan mahasiswa angkatan pertama.

Suasana reuni berlangsung hangat, penuh keakraban, dan sarat rasa syukur. Para alumni berkesempatan menyampaikan apresiasi serta permohonan maaf kepada para pendiri dan dosen senior atas bimbingan mereka selama ini. Acara kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah dan penampilan musik dari Aresaorpagen, grup musik yang dibentuk oleh para alumni STAB Kertarajasa, yang menambah kemeriahan suasana.
Dengan terselenggaranya acara ini, semangat kebersamaan dan pengabdian alumni STAB Kertarajasa diharapkan semakin kuat dalam mendukung pengembangan pendidikan Buddhis di Indonesia