Pada tanggal 16 Januari 2026, di tengah masa libur semester yang produktif, mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha, Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa, menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Sampah Menjadi Bio Enzim. Inisiatif ini lahir dari keinginan untuk mengisi waktu luang mahasiswa dengan kegiatan yang memiliki nilai manfaat ganda: meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian alam sekaligus membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dalam pengelolaan limbah rumah tangga secara berkelanjutan.
Pelatihan ini menghadirkan William, S.Kom., M.M. sebagai narasumber utama yang membawa perspektif komprehensif mengenai isu lingkungan terkini. Pada sesi teoretis di awal acara, beliau memaparkan data yang menggugah kesadaran mengenai kondisi produksi sampah harian di Indonesia yang kian mengkhawatirkan. Fokus utama pembahasan diarahkan pada bahaya akumulasi sampah organik di tempat pembuangan akhir yang menghasilkan gas metana, serta bagaimana konsep bio enzim hadir sebagai solusi cerdas untuk mengubah limbah buah dan sayur menjadi cairan serbaguna yang kaya manfaat bagi ekosistem.
Memasuki sesi pendalaman materi, narasumber menjelaskan secara detail mengenai mekanisme fermentasi anaerob yang mengubah sisa organik menjadi bio enzim. Mahasiswa diajak memahami bahwa cairan ini tidak hanya berfungsi sebagai pembersih alami yang bebas kimia berbahaya, tetapi juga berperan penting dalam penjernihan air dan penyuburan tanah. Pemaparan ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya melihat sampah sebagai "barang sisa", melainkan sebagai sumber daya potensial yang jika dikelola dengan teknik yang tepat, dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan sehari-hari dan keberlangsungan lingkungan global.

Antusiasme peserta memuncak pada sesi praktik langsung, di mana seluruh mahasiswa terlibat aktif dalam proses pembuatan bio enzim di bawah bimbingan langsung narasumber. Dengan menggunakan bahan baku sisa buah dan sayuran yang telah disiapkan, para peserta mempraktikkan teknik pencampuran dengan rasio yang tepat untuk memastikan proses fermentasi berjalan optimal. Pendampingan intensif ini memastikan bahwa setiap mahasiswa benar-benar menguasai keterampilan teknis tersebut, sehingga diharapkan mereka mampu mengimplementasikannya secara mandiri di lingkungan tempat tinggal maupun di wihara masing-masing.
Rangkaian kegiatan edukatif ini diakhiri dengan seremoni penutupan yang khidmat. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan dedikasi peserta, Dr. Wina Dhamayanti, S.Pd.B., M.Ed., menyerahkan sertifikat penghargaan secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa dan narasumber. Sesi foto bersama menjadi penutup yang manis, menandai komitmen kolektif civitas akademika STAB Kertarajasa dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan. Melalui pelatihan ini, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai Buddhis dalam menjaga keharmonisan antara manusia dan alam semesta.