Berita Detail

Kertarajasa's Admin

Pada hari Senin, 19 Januari 2026, suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti keberangkatan para siswa TK Katolik Sang Timur dalam rangka kunjungan edukatif ke Padepokan Dhammadīpa Ārāma. Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan luar kelas biasa, melainkan sebuah upaya terstruktur dari pihak sekolah untuk memperluas cakrawala pengetahuan peserta didik sedini mungkin. Dengan mengunjungi salah satu pusat pendidikan dan ibadah umat Buddha yang ikonik ini, sekolah berharap dapat memberikan pengalaman autentik bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat kekayaan keragaman agama dan budaya yang menjadi fondasi bangsa Indonesia.

 

 

Setibanya di lokasi, rombongan kecil ini disambut dengan keramahan khas para penghuni padepokan. Dalam kegiatan ini, para siswa mendapatkan kehormatan untuk didampingi langsung oleh para mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa, khususnya para Sāmaṇera (calon biksu) dan Aṭṭhasīlanī (calon biarawati). Kehadiran para pendamping ini memberikan nuansa spiritual sekaligus edukatif yang kental, di mana interaksi antara siswa TK dan para praktisi dharma menciptakan pemandangan yang harmonis, mencerminkan wajah Indonesia yang inklusif dan penuh rasa persaudaraan.

 

Para Sämanera dan Atthasilani dengan penuh kesabaran mengajak para siswa berkeliling ke berbagai sudut area vihara yang asri dan tenang. Sepanjang perjalanan menyusuri koridor dan taman, para pendamping memberikan penjelasan yang disesuaikan dengan bahasa anak-anak mengenai makna, fungsi, serta berbagai simbol suci yang terdapat di lingkungan vihara. Mulai dari filosofi di balik patung Buddha, arti warna-warna pada bendera Buddhis, hingga tata krama saat memasuki ruang meditasi, semuanya disampaikan sebagai pengetahuan baru yang memicu rasa ingin tahu alami para siswa.

 

Melalui pemahaman langsung ini, para siswa tidak hanya melihat bangunan fisik, tetapi juga merasakan atmosfer ketenangan dan nilai-nilai kebajikan yang diajarkan dalam tradisi agama Buddha. Pengalaman sensorik ini seperti: aroma hio yang khas, suara lonceng yang jernih, dan visual arsitektur yang megah, membantu siswa menyerap informasi dengan lebih efektif dibandingkan sekadar belajar di dalam kelas. Hal ini sangat penting dalam membentuk memori positif tentang perbedaan, sehingga mereka tumbuh dengan persepsi bahwa keberagaman adalah sebuah keindahan yang patut dirayakan, bukan sesuatu yang asing.

 

Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi pembentukan karakter para siswa agar menjadi pribadi yang memiliki sikap saling menghargai, terbuka, dan toleran. Menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak usia dini adalah investasi jangka panjang untuk menjaga keharmonisan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Dengan mengenal lingkungan agama lain secara langsung, TK Katolik Sang Timur telah membantu para siswanya membangun jembatan empati yang kokoh, demi masa depan Indonesia yang lebih damai dan bersatu.

Usia DIni

Toleransi