Berita Detail

STAB Kertarajasa' Admin

Tujuan utama dari kunjungan penting oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Selatan (Sulsel) ini adalah untuk menggali informasi mendalam mengenai aktivitas vihara dan kampus Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa dalam konteks upaya konkret mereka untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama. Langkah proaktif ini mencerminkan komitmen FKUB Sulsel untuk mempelajari praktik-praktik terbaik (best practices) dari berbagai komunitas agama, yang nantinya diharapkan dapat disebarluaskan dan diimplementasikan untuk memperkuat harmoni sosial di wilayah Sulawesi Selatan. Dengan memahami program dan kegiatan yang telah berjalan sukses, FKUB dapat merumuskan strategi yang lebih efektif dan inklusif dalam membina kehidupan beragama yang damai dan toleran.

 

 

Rombongan kunjungan ini terdiri dari 17 orang perwakilan penting yang merepresentasikan lembaga-lembaga kunci dalam pembinaan kerukunan. Para peserta utama adalah para pimpinan FKUB Sulsel, yang merupakan garda terdepan dalam dialog dan mediasi antaragama. Selain itu, keikutsertaan perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag) dan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menunjukkan adanya dukungan dan sinergi antara organisasi masyarakat sipil dengan instansi pemerintah terkait. Komposisi peserta yang beragam ini memastikan bahwa setiap informasi dan pembelajaran yang diperoleh dari kunjungan ini akan memiliki dampak luas dan dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan dan program pemerintah daerah dalam hal pemeliharaan stabilitas dan kerukunan.

 

Kedatangan rombongan disambut dengan kehangatan dan keramahan di ruang kantor vihara, yang menciptakan suasana dialog yang santai dan akrab. Sambutan kehormatan diberikan langsung oleh Yang Mulia (YM) Bhante Khantidharo Mahathera, sebagai tokoh spiritual utama, didampingi oleh Bapak Aryanto Firnadi dan Atthasilani Dhammanandini. Sambutan yang hangat ini tidak hanya mencerminkan etika hospitalitas yang tinggi, tetapi juga kesediaan komunitas vihara untuk berbagi pengalaman dan membuka diri terhadap interaksi antarumat beragama. Kehadiran tokoh-tokoh sentral ini menegaskan keseriusan pihak vihara dalam mendukung tujuan kunjungan FKUB Sulsel.

 

Sesi dialog inti dibuka dengan penyampaian komprehensif dari Bapak Aryanto Firnadi yang menguraikan aktivitas vihara dan program kegiatan kampus STAB Kertarajasa, dengan penekanan pada peran keduanya sebagai pusat edukasi dan interaksi sosial. Lanjutan penjelasan dari Atthasilani Dhammanandini memberikan perspektif yang sangat berharga dengan menceritakan bagaimana Vihara Dhammadipa Arama telah menjadi destinasi kunjungan dan pembelajaran yang diminati oleh umat beragama lain, sebuah indikasi nyata akan peran vihara sebagai jembatan toleransi. Puncak dialog disampaikan oleh Bhante Khantidharo Mahathera, yang memberikan penekanan filosofis tentang pentingnya praktik meditasi dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menegaskan bahwa meditasi adalah kunci untuk mencapai kejernihan batin dan melihat diri secara objektif, sebuah landasan fundamental yang dapat berkontribusi pada ketenangan diri dan pada akhirnya, kerukunan dalam masyarakat yang lebih luas.

 

Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan yang padat dan inspiratif ini, rombongan FKUB Sulsel diajak untuk melakukan tur keliling kompleks vihara. Kegiatan ini memiliki nilai edukatif yang tinggi karena memungkinkan peserta melihat secara langsung komponen fisik dan fasilitas yang ada di tempat peribadatan umat Buddha tersebut. Observasi lapangan ini memberikan konteks visual atas penjelasan yang telah disampaikan dalam sesi dialog, memungkinkan para peserta untuk mengapresiasi arsitektur, fungsi setiap ruangan, dan bagaimana kompleks tersebut menunjang berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Kunjungan ini secara keseluruhan berhasil mencapai tujuannya, memberikan wawasan yang kaya kepada FKUB Sulsel tentang peran aktif Vihara Dhammadipa Arama dan STAB Kertarajasa dalam mempromosikan kerukunan antar umat beragama.

 

FKUB Makasar

Moderasi Beragama