Kolaborasi antara pemuda Buddhis, masyarakat, dan perguruan tinggi terwujud dalam PATRIA Gathering yang diselenggarakan oleh Pemuda Theravada Indonesia (PATRIA) di Desa Bumiayu, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar. Kegiatan yang berlangsung pada 27–28 Desember 2025 ini menjadi ruang perjumpaan antara refleksi nilai Buddhis, kepedulian ekologis, dan aksi nyata pelestarian lingkungan di tingkat lokal.

Dengan peserta sekitar 60 orang, rangkaian kegiatan diawali dengan penguatan keyakinan anggota DPC PATRIA Blitar melalui sesi yang dipandu Y.M. Bhante Sukhito. Acara berlanjut dengan persiapan serta aksi penanaman pohon di kawasan Sumber Air Kucur, Desa Bumiayu, sebagai wujud kepedulian bersama terhadap keberlanjutan lingkungan.
Usai penanaman pohon, materi refleksi ekoteologi dipandu oleh Latifah, S.S., M.A., dosen Sekolah Tinggi Agama Buddha Kertarajasa. Dalam sesi ini, ekologi dipahami sebagai bagian yang melekat dalam kehidupan sehari-hari dan sejalan dengan ajaran Buddhis tentang kesalingtergantungan serta hukum sebab-akibat. Alih-alih bersifat instruktif, refleksi diarahkan pada perenungan bersama: bagaimana pengalaman menanam pohon membuka kesadaran akan relasi manusia dengan alam sebagai hubungan yang perlu dirawat secara berkelanjutan melalui tindakan nyata.
Refleksi tersebut menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bertumbuh dari langkah-langkah sederhana yang konsisten—menanam, merawat, dan menjaga. Praktik ini tidak berhenti pada momentum kegiatan, melainkan dilanjutkan sebagai komitmen bersama untuk menjaga daya resap air, kesuburan tanah, dan keseimbangan ekosistem di sekitar sumber air.
Keterlibatan kampus turut diperkuat melalui peran Putu Aryatama, dosen STAB Kertarajasa, sebagai bagian dari penyelenggara. Sinergi ini memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi kepemudaan Buddhis, dan masyarakat lokal.
Upaya penghijauan sendiri dilakukan secara terencana di area seluas sekitar 6,2 hektare dengan kapasitas 8.000 bibit pohon. Hingga kini, sekitar 4.000 bibit telah tertanam melalui kerja sama lintas komunitas. Dalam tahap persiapan dan pelaksanaan, Narendra Jaga Bumi berperan sebagai pengelola kawasan dan koordinator teknis—mulai dari penyiapan bibit, penentuan lokasi tanam, hingga pemilihan jenis pohon yang sesuai dengan fungsi resapan air.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan Pembimas Buddha Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Desa Bumiayu, pengurus dan anggota DPC PATRIA Blitar, Ketua Umum HIKMAHBUDHI, umat Buddha dari Vihara Bodhi Amatta dan Vihara Bumi Loka, masyarakat Desa Bumiayu, Karang Taruna, komunitas Masyarakat Peduli Hutan Blitar, serta para relawan.
Pembimbing Masyarakat Buddha Provinsi Jawa Timur, Ketut Panji Budiawan, mengapresiasi keterlibatan aktif generasi muda dan komunitas. Beliau menekankan bahwa penanaman perlu dipahami sebagai proses berkelanjutan. “Kami berharap penanaman pohon ini tidak berhenti pada simbolisme semata. Yang jauh lebih penting adalah keberlanjutannya, bagaimana pohon-pohon yang ditanam benar-benar dirawat agar memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Beliau juga menyoroti peran strategis generasi muda sebagai penjaga keberlanjutan lingkungan ke depan, terlebih mengingat kondisi kawasan Bumiayu yang sebelumnya cukup lama kering dan gundul sehingga memerlukan penanaman selektif untuk menjaga resapan air.
Dalam konteks ini, generasi Buddhis di Bumiayu memegang peran penting dalam merawat hasil penanaman sebagai bagian dari tanggung jawab bersama untuk melestarikan Sumber Air Kucur. Perawatan berkala, pemantauan pertumbuhan, dan kerja gotong royong menjadi kunci agar pohon-pohon yang ditanam benar-benar berfungsi menjaga sumber kehidupan desa.
Secara lebih luas, PATRIA Gathering mencerminkan praktik ekoteologis yang menempatkan kepedulian terhadap alam sebagai tanggung jawab etis manusia dalam relasinya dengan kehidupan. Nilai-nilai tersebut diterjemahkan melalui tindakan konkret—menjaga sumber air, menanam dan merawat pohon, serta membangun komitmen kolektif—sehingga refleksi, kesadaran ekologis, dan praktik pelestarian lingkungan bertemu dalam ruang sosial yang nyata dan kolaboratif.
Dalam konteks yang lebih luas, rangkaian kegiatan PATRIA Gathering di Bumiayu ini juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya menjaga dan memulihkan sumber air melalui penanaman serta perawatan pohon berkontribusi pada tujuan penyediaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan, perlindungan ekosistem darat, serta penguatan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim. Kolaborasi lintas komunitas, antara pemuda, masyarakat desa, lembaga keagamaan, dan relawan, menunjukkan bagaimana pencapaian SDGs dapat diwujudkan melalui aksi lokal yang konkret, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi bersama.