Berita Detail

Latifah

Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa, Aradaha Bodhi bersama rekan-rekan, berpartisipasi dalam kegiatan diskusi bersama BPK Wilayah XI Jawa Timur, Indonesia Creative Cities Network (ICCN), dan Pj. Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, di Desa Ngandat, Kota Batu. Pertemuan yang berlangsung pada 8 November 2025 tersebut membahas rencana repatriasi Prasasti Sangguran, sebuah peninggalan bersejarah penting dari masa Kerajaan Mataram Kuno yang saat ini berada di Skotlandia.

 

Diskusi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk ikut menyuarakan pentingnya pelestarian warisan budaya dan pemulangan artefak bersejarah ke tanah asalnya. Bagi para mahasiswa STAB Kertarajasa, keterlibatan dalam isu ini merupakan bagian dari praktik pembelajaran nyata untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sejarah, identitas lokal, dan tanggung jawab sosial — nilai-nilai yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

 

Prasasti Sangguran dahulu ditemukan di wilayah Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, dan dikenal sebagai salah satu prasasti penting dari masa Mataram Kuno. Saat ini, batu bersejarah tersebut berada di Roxburgshire, Skotlandia, setelah dibawa oleh Kolonel Colin Mackenzie kepada Sir Thomas Stamford Raffles. Pada tahun 1812, Raffles menghadiahkan prasasti itu kepada Lord Minto, Gubernur Jenderal Inggris di India, sehingga kini dikenal dengan nama Minto Stone.

 

Dalam kunjungan sebelumnya ke Minto Estate, lokasi tempat berdirinya batu tersebut, Pj. Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menyampaikan kekagumannya atas keberadaan prasasti yang tetap kokoh berdiri di perbukitan perbatasan Inggris–Skotlandia. Kunjungan itu menjadi langkah awal menjajaki kemungkinan pemulangan Prasasti Sangguran ke Indonesia, sebuah upaya yang telah diinisiasi sejak tahun 2004 namun belum terwujud hingga kini.

 

Melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini, STAB Kertarajasa menunjukkan komitmennya untuk menanamkan nilai-nilai pelestarian budaya dalam pendidikan tinggi Buddhis. Bagi para mahasiswa, warisan sejarah seperti Prasasti Sangguran bukan hanya peninggalan masa lalu, melainkan juga sumber inspirasi untuk membangun masa depan yang berakar pada kearifan lokal dan semangat keberlanjutan.

 

Kegiatan ini juga sejalan dengan misi STAB Kertarajasa untuk mengembangkan pendidikan Buddhis yang tidak hanya berfokus pada pembinaan spiritual, tetapi juga pemberdayaan sosial dan pelestarian budaya. Melalui keterlibatan aktif dalam isu-isu kebudayaan dan kemasyarakatan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai Dhamma ke dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

Indonesia Creative Cities Network (ICCN)

Prasasti Sangguran

Kota Batu