Berita Detail

Latifah

Tiga mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa menghadirkan sudut pandang baru dalam membaca krisis air yang terjadi di Malang Raya. Melalui karya Video Gagasan Konten (VGK) berjudul “Harmoni Alam dan Spiritualitas: Eksplorasi Kearifan Ekologis dalam Ritual Buddhis Candi Sumberawan”, mereka mengajak masyarakat menengok kembali kearifan lokal dan praktik ritual air sebagai inspirasi solusi ekologis masa kini.

Film ini merupakan karya Oka Sapda Renanda, Malisa Anggraeni, dan Rianda Bada Silo dalam ajang Pengembangan Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2024. Video dapat diakses secara publik melalui tautan berikut:
https://drive.google.com/file/d/1-1Yny9sMR9kFhNLI4c7GQmKlYAJxUoHG/view?usp=sharing

 

 

 

Krisis Air yang Kian Mendesak

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah sumber air di Malang Raya terus menyusut, terutama di Kota Batu. Alih guna lahan, pembangunan perumahan di sekitar titik mata air, serta kerusakan ekosistem memberikan tekanan besar terhadap ketersediaan air bersih. Situasi ini semakin diperparah oleh krisis iklim, yang mempercepat penurunan debit air, meningkatkan risiko banjir, dan memperburuk kekeringan.

Temuan ini juga tercermin dalam laporan dan kajian yang menjadi latar belakang film para mahasiswa tersebut, yang menyoroti wilayah Umbulan, Umbul Gemulo, serta sumber-sumber air lain yang kini berada dalam kondisi rentan.

Alih-alih hanya menampilkan data dan fakta, film ini menggali nilai spiritual dan budaya yang diwariskan masyarakat di sekitar Candi Sumberawan, Singosari. Candi yang dikenal sebagai situs patirtan ini menjadi titik penting dalam pemahaman hubungan antara manusia, alam, dan keberlanjutan sumber air. Pendekatan ini membuka ruang refleksi bahwa kearifan lokal dapat menjadi acuan untuk merawat lingkungan di tengah perubahan zaman.

 

 

 

Ruang Kontemplasi antara Alam dan Spiritualitas

Film ini mengikuti tokoh utama bernama Oka, seorang samanera muda yang tengah mencari panggilan hidup. Ia menemukan hubungan baru antara praktik spiritual dan kepedulian ekologis ketika bertemu komunitas Buddhis yang aktif merawat lingkungan sekitar Candi Sumberawan.

Dengan alur yang lembut dan visual yang menenangkan, penonton diajak menyelami perjalanan batin Oka—dari heningnya vihara hingga suasana sakral ritual air—yang mempertemukannya dengan kesadaran baru: melestarikan alam adalah bagian dari praktik spiritual itu sendiri.

Melalui pendekatan budaya, agama, dan visual, film ini mengingatkan bahwa solusi lingkungan tidak hanya datang dari teknologi atau kebijakan, tetapi juga dari nilai-nilai yang diwariskan turun-temurun. Karya mahasiswa STAB Kertarajasa ini menjadi seruan untuk menjaga sumber air serta menata ulang relasi manusia dengan alam—sejalan dengan upaya mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada aspek air bersih dan pelestarian ekosistem.

Harmoni Alam

Short Movie